Perayaan Paskah, Paus Serukan Perdamaian Israel-Palestina

Paus Fransiskus berdoa di depan Tiang Maria Dikandung Tanpa Noda pada 08 Desember 2022 di Roma, Italia. Tradisi kepausan ini menandai dimulainya musim Natal saat Paus mengunjungi monumen dan memahkotai patung Maria dengan karangan bunga. Tahun ini, Paus memusatkan doanya, secara khusus, pada perdamaian di dunia, dan terutama untuk perdamaian di Ukraina yang

Paus Fransiskus menyerukan dialog antara Israel dan Palestina menyusul aksi kekerasan baru-baru ini. Hal tersebut disampaikan Paus saat memimpin Misa hari Paskah yang khusyuk di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (9/4/2023).

Hamparan 38.000 bunga yang disumbangkan oleh Belanda menghiasi alun-alun Vatikan untuk perayaan Paskah yang diperingati umat Kristiani sebagai hari saat Yesus bangkit dari kematian. Paus kemudian naik ke balkon tengah Basilika Santo Petrus untuk menyampaikan pesan dan pemberkatan.

Mengutip laporan Reuters, sudah menjadi tradisi setiap Paskah, Paus Fransiskus menyerukan perdamaian di Timur Tengah. Seruannya ini menjadi lebih mendesak menyusul aksi kekerasan baru-baru ini di Yerusalem dan baku tembak yang melibatkan Israel, Lebanon, dan Suriah.

“Pada hari ini, Tuhan, kami mempercayakan kepada Anda kota Yerusalem, saksi pertama kebangkitan Anda. Saya menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan beberapa hari terakhir ini yang mengancam kepercayaan dan rasa hormat yang diharapkan, yang diperlukan untuk melanjutkan dialog antara Israel dan Palestina, sehingga perdamaian dapat terjadi di Kota Suci dan di seluruh wilayah,” katanya.

Ketegangan antara Israel-Palestina meningkat tajam sejak penggerebekan polisi Israel pekan lalu di masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Aksi kekerasan dari polisi Israel menyebabkan kemarahan di seluruh dunia Arab.

Selain menyinggung konflik Israel-Palestina, Paus juga meminta Rusia mencari kebenaran atas serangan yang dilakukan negara itu ke Ukraina.

“Bantu orang-orang Ukraina tercinta dalam perjalanan mereka menuju perdamaian, dan berikan cahaya Paskah kepada orang-orang Rusia,” katanya.

Sejak Rusia menyerang Ukraina pada Februari tahun lalu, Francis setidaknya dua kali seminggu menyebut Ukraina dan rakyatnya sebagai “martir.” Pimpinan umat Katolik itu juga menggunakan kata-kata seperti agresi dan kekejaman untuk menggambarkan tindakan Rusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*